Oleh: agsuyoto | September 8, 2008

RENUNGAN

 

PENJELASAN GURU TENTANG HER

 

 

 tujuh puluh lima persen siswa kelas tiga

dinyatakan harus mengikuti program perbaikan

alias her… sosiologi.

beberapa anak yang telah kubekali

analisa data dan sedikit strategi debat,

datang pada guru itu dan bertanya,

            “Sebenarnya yang salah siapa sih, Pak!”

 

seperti biasa, setiap kali mengawali perdebatan,

mereka bersikap netral.

guru itu, dengan mantap menjawab,

            “Ya, kalian, kenapa tidak belajar sungguh-sungguh,

               ini akibatnya,

               lalu kalian menyesal, protes, tidak terima!”

 

mulailah mereka pasang strategi menyerang,

            “Tapi ini tujuh puluh lima persen, Pak!

               Berarti hanya sedikit yang berhasil.

               Jangan-jangan soalnya memang tidak valid!”

 

guru itu mulai merah telinganya. Nada bicaranya meninggi

            “Jangan buruk muka cermin dibelah.

              Refleksi. Renungkan. Lihat diri sendiri”

 

Anak-anak yang sudah kubekali strategi berdebat itu,

Mulai menggila. Mereka keluarkan buku catatan Sosiologi.

            “ Pak, catatan yang Bapak berikan sedikit sekali yang

               keluar. Kalau ada yang keluar, tidak cocok dengan

               catatan”

 

Guru itu mulai naik pitam. Terbayang kemarahan Kepala Sekolah

karena nilai murid-muridnya jelek. Masih lagi anak-anak yang

berani menuntut. Maka dengan nada tinggi, ia berteriak

            “Seharusnya kalian tahu bahwa guru bukan satu-satunya

              sumber belajar. Baca buku. Buka internet.

  Ikut bimbingan belajas.

              Les privat!!!”

 

 

 

6 April 2004


Tanggapan

  1. baca cerpen di blog q,
    http://www.sastramahadaya@blogspot.com
    kalo gabisa dibuka, cari lewat google…

  2. itu sastramahadaya lagi iklan yah? :D

    renungan yang membikin bibir saya berseri dan menyengir…

    aaah, seolah simalakama… halakh :D


Beri tanggapan

Your response:

Kategori