PENJELASAN GURU TENTANG HER
tujuh puluh lima persen siswa kelas tiga
dinyatakan harus mengikuti program perbaikan
alias her… sosiologi.
beberapa anak yang telah kubekali
analisa data dan sedikit strategi debat,
datang pada guru itu dan bertanya,
“Sebenarnya yang salah siapa sih, Pak!”
seperti biasa, setiap kali mengawali perdebatan,
mereka bersikap netral.
guru itu, dengan mantap menjawab,
“Ya, kalian, kenapa tidak belajar sungguh-sungguh,
ini akibatnya,
lalu kalian menyesal, protes, tidak terima!”
mulailah mereka pasang strategi menyerang,
“Tapi ini tujuh puluh lima persen, Pak!
Berarti hanya sedikit yang berhasil.
Jangan-jangan soalnya memang tidak valid!”
guru itu mulai merah telinganya. Nada bicaranya meninggi
“Jangan buruk muka cermin dibelah.
Refleksi. Renungkan. Lihat diri sendiri”
Anak-anak yang sudah kubekali strategi berdebat itu,
Mulai menggila. Mereka keluarkan buku catatan Sosiologi.
“ Pak, catatan yang Bapak berikan sedikit sekali yang
keluar. Kalau ada yang keluar, tidak cocok dengan
catatan”
Guru itu mulai naik pitam. Terbayang kemarahan Kepala Sekolah
karena nilai murid-muridnya jelek. Masih lagi anak-anak yang
berani menuntut. Maka dengan nada tinggi, ia berteriak
“Seharusnya kalian tahu bahwa guru bukan satu-satunya
sumber belajar. Baca buku. Buka internet.
Ikut bimbingan belajas.
Les privat!!!”
6 April 2004
baca cerpen di blog q,
http://www.sastramahadaya@blogspot.com
kalo gabisa dibuka, cari lewat google…
Oleh: sastramahadaya on September 9, 2008
at 7:47 am
itu sastramahadaya lagi iklan yah?
renungan yang membikin bibir saya berseri dan menyengir…
aaah, seolah simalakama… halakh
Oleh: Putri Sarinande on Februari 15, 2009
at 7:51 pm