Oleh: agsuyoto | Januari 17, 2008

MENULIS CERPEN (BAG PERTAMA)

MENULIS CERITA PENDEK (Bagian Pertama)

Siapa yang tidak bangga jika cerpennya dimuat di majalah Kawanku, Gadis, Hai, atau mungkin di surat kabar Kedaulatan Rakyat, Kompas? Kiranya tidak ada yang tidak senang. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh mulai dari diberi ucapan selamat dari teman-temannya, diberi predikat baru sebagai “sastrawan”, mendapat honorarium, dan mungkin guru Bahasa Indonesianya memberikan “bonus” nilai.

Kemampuan menulis karya sastra pada satu sisi diyakini sebagai sebuah bakat yang nota bene dibawa seseorang sejak lahir, namun pada sisi lain diyakini sebagai sebuah hasil belajar. Dari berbagai sharing pengalaman dari orang-orang yang sudah menghasilkan karya sastra, sebagian besar di antaranya mengatakan bahwa kemampuan mereka lebih banyak ditentukan oleh latihan, latihan, dan latihan.  Kalau dibuat perbandingan, factor bakat hanya memberikan kontribusi 10-15%, sedangkan selebihnya adalah factor belajar dan latihan. Tuntutan yang diberikan oleh kurikulum untuk siswa SMA sebenarnya tidak terlalu tinggi. Namun, tidak ada salahnya jika kemampuan menulis cerpen yang akan dipelajari ini dapat memberikan bekal hidup di kelak kemudian hari. Artinya, siapa tahu dengan sungguh-sungguh belajar menulis cerpen, ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi, para siswi dapat ”nyambi” mencari uang saku melalui cerpen. Di sela-sela kuliah mereka dapat menghasilkan cerpen yang kemudian dikirim ke media massa, dan kalau dimuat akan mendapat uang saku. Dengan demikian, generasi muda ini tidak seratur persen bergantung pada orangtua mereka. Dengan kemandirian finansial seperti itu proses hidup sebagai ”parasit” bagi orang lain dapat sesegera mungkin diakhiri. 

BEBERAPA HAL KUNCI DALAM MENULIS CERPEN

Peristiwa, Tokoh, Konflik

Narasi adalah cerita. Cerita didasarkan pada urutan kejadian atau peristiwa. Dalam kejadian-kejadian tersebut terdapat tokoh. Tokoh-tokoh tersebut menghadapi serangkaian konflik atau pertikaian. Tiga hal tersebutlah (urutan peristiwa, tokoh, dan konflik) yang merupakan unsur pokok sebuh narasi. Kesatuan dari urutan peristiwa, tokoh, dan konflik itulah yang sering disebut alur atau plot. arasi bisa berupa fakta, bisa pula berupa fiksi atau rekaan. Narasi yang berisi fakta antara lain biografi (riwayat hidup seseorang), otobiografi (riwayat hidup seseorang yang ditulisnya sendiri. Narasi yang berisi fiksi atau rekaan antara lain novel, cerita pendek, cerita bersambung, atau cerita bergambar. Plot atau alur dalam sebua narasi dapat berupa alur tunggal, dapat pula terdiri dari alur utama dan beberapa buah alur tambahan atau sub-plot. 

Latar dan Warna

Alur cerita (kejadian, konflik, dan tokoh) tentu saja tidak terjadi dari kekosongan (vacuum). Pasti peristira tersebut terjadi pada waktu tertentu dan di tempat tertentu. Maka alur terikat pada latar waktu dan latar tempat. Latar tempat dan latar waktu membutuhkan kekhususan dan ketajaman deskripsi yang menunjukkan pada pembaca bahwa waktu dan tempat kejadian tersebut benar-bena khas sehingga cerita tidak daat dipindahkan secara sembarangan karena kekhasan tersebut memberikan nilai tertentu. Inilah yang disebut sebagai warna lokal dalam cerita. Warna lokal ini diciptakan dengan memberikan deskripsi yang teliti tentang lokasi, benda-benda, tokoh-tokoh serta kebiasaan-kebiasaan setempat, dialog tokoh-tokohnya yang mengandung dialek-dialek tertentu 

Kerangka (Kisi-kisi Alur)

Kerangka atau kisi-kisi alur sangat penting untuk dibuat sebelum kita menulis cerpen. Kisi-kisi alur ini digunakan untk menjaga agar dalam cerita yang akan kita buat tidak terjadi anakronisme, yaitu peristiwa yang salah waktu dan tempatnya. Di samping itu, kisi-kisi ini juga berguna untuk mempertahankan cerita agar dalam pengembangannya cerita tetap terfokus pada konflik yang direncanakan, tidak melantur ke mana-mana. Posisi ”Kita”Dalam sebuah narase tentu saja ada yang bercerita, yang menceritakan kepada kita apa saja yang terjadi. De fakto yang bercerita adalah penulis cerita itu. Penulis cerita dalam bercerita dapat mengambil posisi sebagai orang di luar cerita yang menceritakan segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Atau, bisa pula penulis mengambil posisi seolah-olah ia berada di dalam cerita tersebut. Ia ikut menjadi salahsatu tokoh dalam cerita yang dibuatnya itu.Pengambilan posisi diri ini sangat mempengaruhi cerita yang akan dibuatnya. Maka, diperlukan pertimbangan matang untuk memilih gaya pertama, atau gaya kedua sehingga nantinya terdapat konsistensi dalam bercerita. 

Percakapan (Dialog)

Sebenarnya tidak ada aturan baku yang mengatur seberapa besar porsi dialog dalam sebuah cerita. Artinya, boleh saja sebuah cerpen sejak awal sampai akhir isinya dialog antartokoh. Porsi deskripsi latar dan peristiwanya dibuat seminimal mungkin. Namun, boleh juga sebuah cerpen hanya terdiri dari deskripsi semua, tidak ada dialog sama sekali.Hanya, rasa-rasanya akan menjadi cerpen yang tidak enak dibaca ketika tidak terdapat keseimbangan antara dialog dan deskripsi latar. 

LATIHAN MENULIS CERPEN

Latihan Menciptakan Tokoh

Saya ingin menciptakan sebuah cerpen yang menggambarkan pertentangan budaya antara budaya Batak, budaya Bali, dan budaya Jawa.

  1. Buatlah nama-nama tokoh (minimal 2 tokoh sentral, ada tokoh andalan, dan ada beberapa tokoh lain) beserta penjelasan mengenai latar belakang kehidupan dan perwatakannya.
  2. Buatlah rencana tempat kejadian dari cerita yang akan Anda buat beserta waktunya!
  3. Buatlah pokok-pokok kejadian yang menggambarkan perkembangan konflik dari cerita yang akan Anda buat!

Tanggapan

  1. pak…[!!]
    maSih sEpi ya web nya…

    pak, kAlo ngajar j9n bikin pusing donk..
    tRus.. jangan pElit ngasih nilai dan jangan Lupa…[!!] Kasih soaL ato tugas itu yg gampang2 aja ya pak…

    Pak..tuGas bikin cErpenNya..
    aGk susah pak nULisnya..
    soAlnya oTaknya Lagi BUNTET….[!!]

    cUkup SeKian Deh commentnya…
    tHx b4..
    sUksEs Ya pak…

    GBU…

  2. bpk kok narziest banget sich???masa foto ma anaknya sambil berenang di pajang….

    tugasnya rumit banget sich pak..tapi ga pa2 dch,itung2 sambil belajar buat cerpen

  3. bapak kok narciiz amat cii…
    dah gt tugasnya banyak bgt lg..
    tapi…
    salut punya guru kayak bapak..
    sastranya bagus bgt..
    kenapa gak bikin buku aja…??
    ntar di terbitin di Gramedia deh…

  4. paK,, manG beneran ya..
    kaLo SMA lain tu pelajaran bahasa Indonesianya cuMa dituntut 25 % dari pelajaran yang dituntut di sekolah kita??,,

    wahh saluut dehh pak kalo gituu,,

    ehh ya pak,, kalo ngasih topik pelajaran njelasinnya jangan mbulet2 dnk pak,,

    kan kita jadi bingung sendiri nii pak!!

    waduH yaa pakk,, tugasnya banyak banget!!

    tapi g pap akok pak!! asalkan jangan pelit nilai ya pak!!

    wahahahha

    GBU pak!!

  5. Pak..

    Jangn lupa nama ku yah..

    Nilai..

    He..he..

    Pak, gara-gara tugas cerpen dari bapak buat saya semakin sering

    ngayal deh..

    Tapi,, sekarang saya ngayal yang menggunakan logika

    pak..

    Kayak yang bapak bilang..

    Pak,, Hati-hati loh ma anak Stero..

    Anak Stero banyak yang bakalan jadi saingan bapak entar..

    Ho..hoo..

    JBU pak,,

  6. Pak, bapak tuh klo ngejelasin mbok ya ojo muter-muter tho.. Puyeng kpalaq pak..

    Pak, tuh anak-anak bpak y?? Koq anaknya cantiq2, bapakny.. Hehe, just kidding, pak..

    Pak, aq ska bpk ngajar bhs, tp jangan cepet2 dunk.. Gk ngerti aq apa yg bpk bilang..

    Hehe.. klo bpk ngasih tugas cerpen terus, ntar gantian, qt yg jadi guru bpk..

  7. wuaduh pak,,,
    meski bapak agk narsis,tapi kita murid2 bpk bangga sm bpk,,,
    cz bpk dah bnyak ngenalin kta ttg ap itu SASATRA n dah buat kita jadi bs bt cerpen,,,meski gak baguz2 amat,,,
    thx y pak,,,
    GBU,,,

  8. piE paK…???

    –nok–

  9. Pak THANKZ yakh,, tips untuk buat cerpennya..

    JLU..!!

  10. ????????????
    gmn kabare?
    sae-sae mowon

  11. aduh bapak….
    uda abis inspirasi buat cerpennya ni…
    saya bingung..

    trus jangan pelit nilai kenapa sih pak…

    okzzz pak???

  12. pak….

    tersenyumlah pak…

    karna jika bapak tersenyum…

    akan terlihat lebih muda….

    dan kami pasti bangga menjadi murid bapak…!!!!

    SEMANGAT pak….!!!!

  13. Hai Pak Oyot yg narzziss ,,,

    he,, he,,

    Pak thx yaw atas ngejelasin cara bwt cerpen,,
    kl bpk nggak jelasin, mungkin saya nggak akn mw bwt cerpen,,

    txh banged,,,

    GOD BLESS ,,

  14. ?

  15. haloo pak……
    td pelajarannya memusingkan,,susah mengerti…
    gak jelas,muter2
    kasian bgt deh ngasih pertanyaan di jawab sendiri…
    lagian jawabannya juga aneh2….
    udah deh pak,,smoga email yang ini masuk biar saya ga bosen2 kasih comment..

  16. pak,,

    kemampuan kami masih terbatas…….

    jd jgn muter2 ya ngejelasinnya,,,

    saya bangga punya guru seperti bapak,,yang selalu PD,memakai bahasa tingkat tinggi dalam berbicara dan rutin tersenyum..he..hee..

    makasih y uraian cerpennya..

  17. Salam kenal. Saya belum lama meluncurkan situs yg diharapkan bisa jadi ‘platform’ untuk penulis cerpen (cerita pendek) yg mau mengasah skillnya. Alamatnya ilmuiman.net. Bagi yg berminat menulis, silakan kontribusi. Saat ini yg sudah mendukung ada dua puluh sekian orang. Cerpen yg tayang sdh 130 sekian. Sesuai fokusnya, cerpen yg diterima hanya yg sifatnya cerpen percintaan (atau setidaknya, begron-nya percintaan). Kualitas yg diharapkan ‘good-enough’ saja, dan bukannya yg top quality. Updatenya sekitar sebulan sekali (minimal). Dan tentu saja: penulis yg tulisannya tayang dibayar. Tidak besar sih bayarannya, tapi lumayanlah. Selengkapnya, silakan visit ilmuiman.net. Salam, YW.

  18. paK ne haRi peRtama uJian….
    doaKan sMoga sMuanya sukSes yaH….

    –nok–

  19. oalah.
    anak2 stero.

  20. Guru SMA N 74 DKI nih: kapan webnya selesai.

  21. Pak,bikin cerpen susah bgt,ajrin bkn cerpen d0ng

  22. Saaya kepingin banget ikut berkontribusi, baik cerpen ataupun puisi. Kira-kira honornya berapa, ya? hehehe…

  23. Pak, mw nanya, nih,
    klo situs yg nyediain bayaran buat penulis novel-novel ada ngga, ya??
    Mohon bantuannya


Beri tanggapan

Your response:

Kategori